Minggu, 15 April 2012

Perlawatan para shahabat mentjari hadiets.

                                                                                          
                                                                           
                                                 I s l a m  d a n   I l m u  H a d i e t s  


Para Shahabat mengadakan perlawatan untuk mentjari hadiets.
Maka diketika kendali pemerintahan  Islam dikendalikan “Utsman r.a. dan dibuka pintu perlawatan bagi  para  Shahabat dan mulai para ummat memerlukan shahabat,  dan mulailah mereka mengumpulkan Hadiets dari shahabat yang lainnya, dan mereka meninggalkan tempat untuk mentjahari hadiets-hadiets itu.  Pernah  Djaabir { menurut riwajat Bukhari, Ahmad, Ath Thabrany, Al Baihaqy pergi ke Sjam,  mendjalani perdjalanan sebulan lamanya, untuk menanjakan satu hadiets yang belum pernah didengar, pada seorang shahaby yang  tinggal di Sjam.  Dan pernah Abu An Shaary pergi ke Mesir menemui ‘Uqbah Ibnu ‘Amier lantaran keperluannya menanja sebuah hadiets kepadanja.
Dengan masuk hadiets kedalam phase ini, mulailah ditebarkan dan mulailah perhatian terhadapnya dengan sempurna. Memang mulailah diberikan perhatian yang sempurna terhadap para shahabat oleh para tabi’ien.  Para tabi’ien berusaha mendjumpai para shahabat ketempat-tempat yang djauh dan memindahkan isi hati mereka dan agar sebelum mereka berpulang kepada Ar Ratiqul A’laa. Perkundjungan seseorang shahaby kesesuatu kota, sungguh menarik sekali perhatian para tabi’ien.  Mereka sebaik mengetahui kedatangannya seorang shahabat,  berkerumunlah kepadanja untuk menerima hadiets yang ada pada para shahaby itu.
Dalam pada itu, para shahabat berlebih kurang dalam meriwajatkan hadiets,  ada yang sedikit sekali riwajatnja, seperti Az Zubair, Zaid Ibnu Arqam, Imran ibn Hushain. Az Zubair mensedikitkan riwajat karena takut akan terjerumus kedalam kedustaan, sebagaimana yang diterangkan Bukhary dalam kitab Al ‘Ilmi. Zaid Ibn Arqam, tidak berani lagi meriwajatkan hadiets sesudah berumr landjut, takut telah banjak yang dilupai, seperti yang diterangkan Ibnu Maadjah dalam sunannja.
Diantara  shahabat yang membanjakkan riwajat, ialah Abu Hurairah, memang beliau ini seorang yang banyak sekali menghafadh hadiets dari Nabi Muhammad s.a.w. dan bersungguh-sungguh berusaha mengembangkannja dalam kalangan ummat, sesudah wafat ‘Umar Ibnu Khaththab r.a.  Karena itu mendjadilah Abu Hurairah seorang  perawi  shahaby  yang  paling banjak meriwajatkan hadiets.  Menurut Ibnul Djauzy dalam Talqieh, bahwa hadiets yang diriwajatkan oleh Abu Hurairah sedjumlah (5374) hadiets. Dalam Musnad Ahmad terdapat sedjumlah (3848) hadiets.
Sesudah Abu Hurairah, ‘Aisjah (isteri Nabi s.a.w), sesudahnja, Anas ibn Maalik, sesudahnya, Abdullah ibn Abbas, sesudahnja  Abdullah ibn ‘Umar, sesudahnja Djabir, sesudahnja Abu Sa’ied Al  Khudry, sesudahnja Ibnu Mas’ud. Dan sesudahnya Abdullah ibn  ‘Amier ibn ‘Ash.  Abdullah ibn ‘Abbas bersungguh-sungguh benar  menanja hadiets kepada para shahabat  lalu mengembangkannja.  Diketika pemalsuan hadiets mulai tumbuh, barulah Ibnu ‘Abbas mensedikitkan riwajatnja.
Menurut hitungan sebahagian Ahli hadiets bahwa Shahabat penghafadh Hadiets yang paling banjak hafadhannja sesudah Abu Hurairah, ialah Abdullah ibn ‘Umar.  Beliau meriwajatkan sedjumlah (2630) hadiets. Sesudahnja Anas ibn Maalik, beliau meriwajatkan sedjumlah (2276) hadiets. Sesudahnja, ‘Aisjah. Beliau meriwajatkan (2210) hadiets. Sesudahnja Abdullah ibn Abbas, beliau meriwajatkan sedjumlah (1670).  Dan Abdullah ibn ‘Amier ibn Ash meriwajatkan hadiets dari buku tjatatan yang dinamai ASH SHADIQAH.  Para tabi’ien mengambil hadiets dari para shahabat dengan tidak ragu-ragu dan para shahabat  itu mengambil dari sesamanja.
Oleh karena itu para Tabi’ien dan Tabi’it Tabi’ien mengambil hadiets dari banjak shahabat dan dari sesemanja, maka djumlah riwajat seseorang Tabi’ien, biasanja lebih banjak dari seseorang Shahaby dan riwajat tabi’it tabi’ien lebih banjak dari Tabi’ien. Begitulah seterusnya.
Umpamanja :
Sufian ibn ‘Ujainah.            Meriwajatkan,   7000  Hadiets.
Sju’ban ibn Al Hadjdjadj.      Meriwajatkan,  10000  Hadiets.
Hammad ibn Salamah.         Meriwajatkan,  13000  Hadiets.
Ibrahim ibn Sa’ad Az Zuhry.  Meriwajatkan,  17000  Hadiets.
Husiaim ibn Bashiier.          Meriwajatkan,  20000  Hadiets.
Muslim.                        Meriwajatkan,  30000  Hadiets.
Bukhary.                       Meriwajatkan,  40000  Hadiets.
Ahmad.                         Meriwajatkan, 100000  Hadiets.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar